Selasa, 20 Desember 2016

MONALISA


Menawannya sang rembulan dalam kegelapan malam
Akhirnya terenggut mega malam
Risau hati dan kecewa, rembulanku direnggut gelap
Inginku berlari sambil berteriak dan memarahi dia
Agar ia tidak merenggut rembulanku
Malang...ya malangnya nasibku
Organ inderaku tak bisa menolongku barang sedetik
Namun, ada yang menolongku
Angin yang bertiup kencang membersihkan kotoran mega itulah penolongku
Laraku bersemangat dan bergembira
Indahnya rembulan malam, ku pandang lagi
Sekali lagi ku pandang dengan nanar rembulanku tanpa kedipan
Angin terima kasih atas pertolonganmu
Wahai, rembulan malamku
Inginku peluk dan memilikimu seutuhnya,,,selamanya
Lantunan musik indah terdengar dari nyiur pesisir
Iringan deru ombak menambah indahnya musik alam
Gambaran wajahmu terukir mewah di rembulan itu, hai kamu MONALISA
Indah senyummu menghangatkan ragaku
Sukmaku berujar untuk mendekapmu erat
Kala kau bersedih dan membutuhkan hangatnya kasih
Lunglai aku bila melihatmu menangis dan terluka
Akan ku dekap raga dan bayanganmu
Raut mukamu yang bersedih karenaku akan kembali berbinar karenaku juga
Aku bahagia memilikimu, hay rembulan, hay MONALISA

Senin, 19 Desember 2016

REGENERASI TRANSPORTASI UDARA



            Dalam satu dekade – menurut www.detik.com terhitung dari 2005-2015 dan ditambah dua kasus terakhir yang baru-baru ioni terjadi, yakni jatuhnya pesawat milik Polri di Kepri dan pesawat Hercules milik TNI yang jatuh di Wamena – sudah tercatat terdapat 28 kasus kecelakaan transportasi udara yang menelan 550 korban tewas untuk korban jenis pesawat komersial dan 335 korban tewas untuk korban jenis pesawat/helikopter milik TNI/Polri.
            Semua kasus kecelakaan pesawat dapat dikatakan disebabkan oleh beberapa faktor, yakni: 1) Pilot Error; 2) Human Error; 3) Weather; 4) Mechanical Failure; and 5) Sabotage. Kelima faktor berdasarkan data yang diunggah oleh www.wordpress.com. Dan berdasarkan data ini wordpress menyimpulkan bahwa kecelakaan pesawat lebih disebabkan oleh Pilot Erorr yakni 54%. Sedangkan faktor Mechanical Failure mengikuti di posisi berikutnya dengan presentase 24%. Lalu, faktor Human Error, Weather dan Sabotage masing-masing pada tingkatan 5%, 8% dan 9%.
            Dengan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa kecelakaan pesawat selama satu dekade ini lebih diakibatkan pada faktor Pilot Erorr. Faktor ini dapat dikatakan juga sebagai Human Erorr (HE) dalam arti yang lebih spesifik, yakni dalam artian HE di dalam profesi Pilot.
            Lalu apa itu HE? George A. Peters, seorang produser dan master of ceremony menyebutkan bahwa HE merupakan suatu kesalahan dari pekerjaan yang disebabkan oleh terjadinya ketidaksesuaian antara pencapaian dengan harapan. Hal ini dapat dibenarkan dengan contoh berikut: seorang Pilot pada saat take off dari suatu bandara (port) mengharapkan agar ia bisa mendaratkan pesawat yang ia kemudikan dengan baik. Namun yang terjadi malah sebaliknya, sang Pilot mendaratkan pesawatnya dengan buruk bahkan. Pendaratan yang buruk ini disebabkan oleh roda pesawat yang aus sehingga pesawat slip dan akhirnya tergelincir
            Dilihat dari contoh di atas maka dapat dikatakan dnegan pasti bahwa HE tidak bisa dihindarkan. HE hanya dapat dinetralisir dan diminimalisir sedemekian mungkin agar kecelakaan pesawat dapat dikurangi bahkan menghilang.

HE Penyebab Terbesar
            Menurut data yang dipaparkan sebelumnya, prosentase HE yang disebabkan oleh Pilot Erorr  dan HE lainnya maka level prentasenya mencapai 59%. Presentase ini melebihi setengah level lebih tinggi dari prosentase penyebab kecelakaan transportasi udara lainnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa, kecelakaan transportasi udara lebih banyak diakibatkan oleh HE.
            Sedangkan menurut Payne dan Altman, HE adalah sebuah kegagalan konteks human information processing dimana eror dibagi atas: input, process dan output. Mereka berdua pun berpendapat bahwa terjadinya HE lebih disebabkan oleh kesalahan dalam konteks perancangan sistem.
            Pendapat Payne dan Altman bila disandingkan dengan pendapat George A. Peters maka keduanya memiliki kesamaan. Kesamaan pendapat mereka berada pada perancangan. Hanya penrancangan Menurut George dibahasakan dengan rencana.
Lalu apa yang mendasari terjadinya HE dalam tranportasi udara? HE dalam dunia dirgantara lebih difokuskan pada “kemanjaan” para penerbang pada teknologi. Teknologi mengakibatkan para pilot yang seharusnya menjadi opertor sistem menjadi pengamat monitor sistem (memonitor sistem) dengan mengaktifkan fasilitas teknologi, seperti auto pilot. Dengan demikian, secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa teknologi autopilot bukan hanya sedikit memanjakan para penerbang atau memudahkan pekerjaan mereka melainkan para penerbang justru dienakkan dan dimanjakan.
Teknologi auto pilot tidak dapat disalahkan sepenuhnya dalam kasus kecelakaan pesawat. Teknologi auto pilot bertujuan untuk mengurangi ketegangan dan kelelahan pada saat mengendalikan pesawat dan bekerja selama waktu yang panjang dan lama dalam penerbangan. Hal ini baik dan benar juga namnun tingkat kewaspadaan dan ketelitian pilot sebagai operator sistem tidak bisa dipertahankan.

Regenerasi Transportasi Udara
            Masalah HE pasti akan terjadi dalam diri setiap manusia di setiap rentang usia. HE pun tidak dapat disalahkan sepenuhnya jika terjadi kesalahan atau bahkan kecelakaan fatal. Ada benarnya juga berdiskursu mengenai HE di dunia pernerbangan namun tidak bisa dibenarkan apabila semua kecelakaan udara disebabkan oleh HE para pilot atau mekanis semata.
            Pada awal risalah analitis ini, telah dipaparkan bahwa kasus kecelakaan yang terjadi dalam transportasi udara telah terindentifikasi dan disebabkan oleh beberapa faktor. Dan faktor HE hanya satu diantaranya. Faktor yang harus dilihat juga adalah usia dari transportasi udara atau alusista itu sendiri. Selain dari usia perawatannya pun harus dilaksanakan secara berkala dan rutin.
            Usia pesawat / alusista juga merupakan faktor kuat terjadinya kecelakaan alat angkut udara ini di wilayah Indonesia. - Mungkin bisa kita katakan juga bahwa hal ini disebabkan juga oleh HE para pemelihara -. Pesawat yang telah dimakan usia sebaiknya digantikan dengan ‘barang baru’ dan yang telah ‘dimakan rayap’ sebaiknya dimuseumkan atau dihanggarkan saja dari pada membahayakn nyawa banyak orang.
            Lalu siapakah yang harus mengurus museumkan atau menghanggarkan alat transportasi udara ini? Apakah para pilot dan kopilot serta awak pesawat yang lain? Ataukah pihak manajemen dan pemerintah? Atau mungkin para pengamat transportasi udara?

            Semua pertanyaan ini hanya dapat dijawab ketika bercermin di depan benggala sambil mengingat dan mendoakan para korban pesawat yang jatuh. Dan sebaiknya, alat angkut transportasi udara – baik yang komersil ataupun militer – harus diperhatikan dengan baik.

Minggu, 04 Desember 2016

Bahagia orang kecil

Bahagia orang kecil

Aku berdiri sebatang kara,,,,
di tengah keramaian kota,,,
berpeluh,berkeringat,,,
disengat terik matahari

hujan peluh mengucur deras,,,
membasahi lahan kering tubuhku,,,
alur-alur tubuh lembab, basah,,,
mengundang debu bertengger,,,
hasilkan pekatan hitam di tubuh

ku mengais rongsokan tumpukan,,,
tumpukan-tumpukan yang terbuang, yang tak terpakai,,,
berbau busuk menghasilkan sesuap nasi di pembuangan

lalat dan tikus karibku,,,
bermain bersama di tengah terik,,,
aku dikucilkan dari mereka yang berdasi, berjas,,,
karena compan-camping bajuku
mereka malu aku bangga,,,
mereka hidup dari pengambilan, aku hidup dari pembuangan,,,
mereka duduk di atas kursi, aku duduk di pijakan kaki ku,,,
mereka tidur di tempat empuk, aku tidur di tilam yang bau tanah
walaupun demikian aku bangga pada diriku


Tanah berkata

Tanah berkata


Pekikan suaramu pekakkan pendengaranku,,,
teriakann hatimu menulikan hatiku,,,
belalaknya matamu butakan mataku
aku takut bersuara,,,
aku takut berujar,,,
berdesis pun tak berani,,,
di hadapan tangan besi
aku dibuang, dijual,,,,
tak tahu berapa hargaku,,,
hartaku direnggut,,,
kekayaanku dirampas,,,
pusakaku diundi
ketamakan, lobak, serakah melumuri mereka yang pijaki ku,,,,
aku diinjak-injak, aku disentak-sentak,,,,
namun aku bahagia mereka dapat tegak berdiri di atasku,,,
bangga pada diriku,,,
tetapi
mengapa aku dipreteli, diperkosa, dijarah,,,
tak ada rasa terima kasih padaku yang membuat mereka kokoh berdiri....


Penuh pesona

Penuh pesona

Aku berlari menatap langit melihat bias-bias surya,,, 
horizon langit menjuntai indah 
langkahku menyongsong keindahan
teruntai benggala dari langit memantulkan warna dan keindahan semesta,,, 
isi semesta terpampang menarik mata 
memandang sejuk melihat indah semesta,,, 
bingkai indah benggala memuat begitu banyak keelokan,,, 
     aku berdiri termanggu melihat orang nomor satu berujar, berucap,,, 
     nadanya penuh wibawa, bijaksana,,, 
     terperangga, terhipnotis diriku
     mataku membelalak, 
     telingaku berdiri, 
     hidungku berhenti menyaring udara, 
     lidahku bergetar, 
     romaku merinding,,,,
     menyaksikan dia penuh pesona......


30 Mei 2011

Aku dan Nyawaku

Aku dan Nyawaku

Aku melangkahkan kakiku,,di setiap batu,,melampaui batas,,ya,melampaui batas

Berjalan dan berlari,,nyawa dan nafas mengiringi

Aku membawa nyawamu?? Tidak,,bukan,,aku membawa nyawaku

ke sana,,ke mari,,ke mana jua,,nyawaku bersamaku,,dia milikku,,milikku yang berharga

ketika dipisahkan,,tewas...tewas,,korban kehilangan..
Tetapi...ia masih bersamaku,,bersama meniti hari

ke mmana ku pergi,,ia mengiringi,,dengan setia,,layaknya bayangan ikuti tuannya

ke mana pun aku,,ku bawa selalu dirimu,,yang berharga itu....


16 Oktober 2011

MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI

Ibu ......
Deritamu mengandungku 9 bulan
Menahan derita dan sakit selama itu
Peluh dan butiran air mata menghiasi wajahmu yang menawan
Ketika aku mendesak untuk keluar
Karena ingin melihat hingar bingar dunia ini

Ibu ......
Teriakan tangisku yang pertama
Akhirnya, melegahkan hatimu
Engkau menimang dan mendekapku hangat
Hingga aku terlelap diam

Ibu .....
Engkau melatihku untuk berujar
Melatihku untuk berjalan
Dan melatihku memasukkan sesuap nasi pertamaku
Hingga aku terbiasa dan mahir untuk semua itu

Ibu ..........
Kini derita dan tangis kembali engkau alami
Tubuhku berlumuran darah
Penuh lebam dan luka
Cucuran darah jatuh dari kepalaku yang bermahkotakan duri

Ibu ...........
Maafkan aku anakmu ini
Yang harus membuat tetesan air mata itu
Kembali bertengger di pelupuh elokmu
Tak bisa ku usap ibu.....
Tak bisa........
Aku sedang memanggul palang kemenangan

Ibu ........
Aku tak bisa berikan buka melati padamu
Hanya bunga mawar berduri ini
Yang kudapatkan untukmu
Hingga tanganmu pun ikut berdarah
Seperti aku yang bersimbah darah ini

Terima kasih ibu......
Terima kasih untuk semua jasamu
Hanya untaian mawar berduri ini
Yang dapat kuberkian padamu...

Maumere, 04 Feb. 16