Selasa, 20 Desember 2016

MONALISA


Menawannya sang rembulan dalam kegelapan malam
Akhirnya terenggut mega malam
Risau hati dan kecewa, rembulanku direnggut gelap
Inginku berlari sambil berteriak dan memarahi dia
Agar ia tidak merenggut rembulanku
Malang...ya malangnya nasibku
Organ inderaku tak bisa menolongku barang sedetik
Namun, ada yang menolongku
Angin yang bertiup kencang membersihkan kotoran mega itulah penolongku
Laraku bersemangat dan bergembira
Indahnya rembulan malam, ku pandang lagi
Sekali lagi ku pandang dengan nanar rembulanku tanpa kedipan
Angin terima kasih atas pertolonganmu
Wahai, rembulan malamku
Inginku peluk dan memilikimu seutuhnya,,,selamanya
Lantunan musik indah terdengar dari nyiur pesisir
Iringan deru ombak menambah indahnya musik alam
Gambaran wajahmu terukir mewah di rembulan itu, hai kamu MONALISA
Indah senyummu menghangatkan ragaku
Sukmaku berujar untuk mendekapmu erat
Kala kau bersedih dan membutuhkan hangatnya kasih
Lunglai aku bila melihatmu menangis dan terluka
Akan ku dekap raga dan bayanganmu
Raut mukamu yang bersedih karenaku akan kembali berbinar karenaku juga
Aku bahagia memilikimu, hay rembulan, hay MONALISA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar