KENCANAKU
Ketika halimun itu turun
Menuruni bukit tempatku menatap, nanap tanpa kedip
Ia menyelimutiku dan membawaku pada kotaku
Kotaku yang penuh gemerlap
Namun, hanya aku
seorang yang menetap
Hanya diri ini
Hanya kesendirian ini
Ketika halimun itu beranjak pergi
Aku pun tersadar
Dan melihat kenyataan yang bising, pekat
Di situ aku temukan
sebuah kencana
Kencana yang begitu
indah
Dengan gita yang merdu
Dihiasi senyum lembut
Berornamenkan gigi yang
unik
Aku meraihnya
Membawanya ke kotaku
Untuk menemaniku lewati kegermelapan utopiaku
Tapi naas menimpaku
Kencanaku menghilang
entah ke mana
Hingga aku
bertanya-tanya
Dimanakah dia?
Dimanakah kencanaku?
Aku berkoar, berkuar,
berteriak
Namun, tak seorang pun
mendengar
Akupun kembali sendiri
Sendiri berdiam dalam kotaku
Tanpa kencana itu, tanpa gita itu
Tanpa senyum lembutitu, tanpa gigi unik itu lagi
Aku sendiri........
Aku sendiri.........
Ditemani halimun
Tanpa hadirmu lagi
Mano,
30 September 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar