Minggu, 04 Desember 2016

KENCANAKU

KENCANAKU

Ketika halimun itu turun
Menuruni bukit tempatku menatap, nanap tanpa kedip
Ia menyelimutiku dan membawaku pada kotaku
            Kotaku yang penuh gemerlap
Namun, hanya aku seorang yang menetap
Hanya diri ini
Hanya kesendirian ini
Ketika halimun itu beranjak pergi
Aku pun tersadar
Dan melihat kenyataan yang bising, pekat
Di situ aku temukan sebuah kencana
Kencana yang begitu indah
Dengan gita yang merdu
Dihiasi senyum lembut
Berornamenkan gigi yang unik
Aku meraihnya
Membawanya ke kotaku
Untuk menemaniku lewati kegermelapan utopiaku
Tapi naas menimpaku
Kencanaku menghilang entah ke mana
Hingga aku bertanya-tanya
Dimanakah dia? Dimanakah kencanaku?
Aku berkoar, berkuar, berteriak
Namun, tak seorang pun mendengar

Akupun kembali sendiri
Sendiri berdiam dalam kotaku
Tanpa kencana itu, tanpa gita itu
Tanpa senyum lembutitu, tanpa gigi unik itu lagi
Aku sendiri........
Aku sendiri.........
Ditemani halimun
Tanpa hadirmu lagi


Mano, 30 September 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar