Minggu, 04 Desember 2016

MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI

Ibu ......
Deritamu mengandungku 9 bulan
Menahan derita dan sakit selama itu
Peluh dan butiran air mata menghiasi wajahmu yang menawan
Ketika aku mendesak untuk keluar
Karena ingin melihat hingar bingar dunia ini

Ibu ......
Teriakan tangisku yang pertama
Akhirnya, melegahkan hatimu
Engkau menimang dan mendekapku hangat
Hingga aku terlelap diam

Ibu .....
Engkau melatihku untuk berujar
Melatihku untuk berjalan
Dan melatihku memasukkan sesuap nasi pertamaku
Hingga aku terbiasa dan mahir untuk semua itu

Ibu ..........
Kini derita dan tangis kembali engkau alami
Tubuhku berlumuran darah
Penuh lebam dan luka
Cucuran darah jatuh dari kepalaku yang bermahkotakan duri

Ibu ...........
Maafkan aku anakmu ini
Yang harus membuat tetesan air mata itu
Kembali bertengger di pelupuh elokmu
Tak bisa ku usap ibu.....
Tak bisa........
Aku sedang memanggul palang kemenangan

Ibu ........
Aku tak bisa berikan buka melati padamu
Hanya bunga mawar berduri ini
Yang kudapatkan untukmu
Hingga tanganmu pun ikut berdarah
Seperti aku yang bersimbah darah ini

Terima kasih ibu......
Terima kasih untuk semua jasamu
Hanya untaian mawar berduri ini
Yang dapat kuberkian padamu...

Maumere, 04 Feb. 16

Tidak ada komentar:

Posting Komentar